Kamis, 07 Maret 2013

Ekologi Industri


PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pada dewasa ini yang menjadi bahan perdebatan adalah bagaimana menyusun suatu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Semakin meningkatnya populasi manusia mengakibatkan tingkat konsumsi produk dan energi meningkat juga. Permasalahan ini ditambah dengan ketergantungan penggunaan energi dan bahanbaku yang tidak dapat diperbarui. Pada awal perkembangan pembangunan, industri dibangun sebagai suatu unit proses yang tersendiri,terpisah dengan industri lain dan lingkungan. Proses industri ini menghasilkan produk,
produk samping dan limbah yang dibuang ke lingkungan. Adanya sejumlah limbah yang dihasilkan dari proses produksi, mengharuskan industry menambah investasi untuk memasang unit tambahan untuk mengolah limbah hasil proses sebelum dibuang ke lingkungan.

B.     Tujuan
Untuk mengetahui dan mempelajari tentang peran ekonomi terhadap lingkungan dalam ekologi industry.

PEMBAHASAN

Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.

Dengan menerapkan konsep ekologi industri, kawasan industri dapat mengembangkan sistem pertukaran limbah yang dapat bermanfaat bagi industri tersebut. Indonesia sebagai negara agraris dapat mengembangkan ekologi industri berbasis agroindustri. Keuntungan yang dapat diperoleh yaitu penurunan jumlah konsumsi energi fosil, sumber daya alam, dan mengurangi dampak lingkungan. Biaya produksi juga dapat dikurangi

            Pengendalian pencemaran lingkungan dengan cara pengolahan limbah (pendekatan end of pipe) menjadi sangat mahal dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan ketika jumlah industri semakin banyak, daya dukung alam semakin terbatas, dan sumber daya alam semakin menipis. Oleh karena itu, orang kemudian mulai meninggalkan pendekatan end of pipe yang bersifat kuratif atau remediasi ini dan berganti ke pendekatan bersifat preventif yang lebih mengarah pada penanganan pada sumbernya untuk mencegah atau meminimalkan limbah yang terbentuk(pollution prevention). Strategi pencegahan pencemaran dengan memfokuskan pada perbaikan sistem proses ini memberikan kinerja lingkungan yang lebih baik dan lebih ekonomis. Hal ini mendorong para peneliti untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang dapat menghemat penggunaan bahan baku dan energi dari alam.

Pada ekologi industri tidak hanya membahas tentang masalah polusi dan lingkungan tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan industry serta aspek ekonomi tetap diutamakan. Ekologi industri merupakan suatu sistem industri yang terpadu diantara industri-industri yang ada di dalamnya dan saling bersimbiosis secara mutualisme. Dalam sistem ini mengacu pada sistem ekologi di alam. Hal lain yang menghambat adalah kurangnya dukungan pemerintah secara nyata terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kawasan industri masih berupa suatu kawasan yang belum terpadu secara sistematis dan hanya berupa kumpulan industry yang berdiri sendiri. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sebenarnya telah mengaplikasikan ekologi industri.

Konsep ekologi industri yang dikembangkan di Indonesia masih sangat sederhana dan belum sampai tahap system ekologi industri yang menyeluruh. Konsep ekologi industri di Indonesia masih sangat berprospek untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga pada akhirnya diperoleh suatu pembangunan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dengan kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan pembangunan kawasan ekologi industri di Indonesia.

Ekologi industry adalah suatu system yang digunakan untuk mengelola aliran energy atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Ekologi industri juga merupakan multi disiplin ilmu yang membahas masalah sistem industri, aktivitas ekonomi dan hubungannya yang fundamental dengan sistem alam. Secara idealnya sistem yang dibangun dalam ekologi industri mengikuti siklus dimana aliran energi, material, dan penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk dalam suatu siklus tertutup, sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya alam,bahkan bisa melengkapi/memperkaya sumber daya alam itu sendiri.

Ekologi industry merupalan salah satu konsep untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan. Ekologi industry ini merupakan multi disiplin ilmu yang membahas masalah system industry, aktivitas ekonomi dan hubunganny yang fundamental dengan system alam. Ide ekologi industry diartikan dengan sistematologi alam, yang biasanya digerakkan oleh energy matahari, ekosistem, termasuk di dalamnya hubungan mutualisme antar berbagai jasad renik dan lingkungan sekitarnya dimana terjadi pertukaran material melalui suatu siklus besar. Idealnya system yang dibangun dalam ekologi industry juga mengikuti siklus seperti itu, dimana aliran energy, material dan penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk dalam suatu siklus tertutup, sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya alam, bahkan bisa melengkapi atau memperkaya sumber daya alam itu sendiri.

Tujuan ekologi industry adalah mengajukan dan melaksanakan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan, baik itu secara global, regional ataupun pada tingkat lokal, dengan mencoba menemukan antara kebutuhan generasi sekarang dengan generasi yang akan datang. Dalam hal ini ada tiga prinsip kunci pembangunan yang berkelanjutan yang menjadi tujuan ekologi industry yaitu :
1.      Penggunaan Sumber daya Alam yang berkelanjutan
Ekologi industry mengembangkan prinsip untuk lebih mengutamakan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak diperbaharui. Aktivasi industry bergantung pada ketersedian sumber daya alam yang kuat (steady supply of resource), sehingga untuk itu perlu untuk mengatur pemanfaatannya secara lebih efisien dalam proses sebisa mungkin, walaupun sudah banyak penelitian yang menemukan cara meminimalisai penggunaan bahan baku ini. Selain sinar matahari, sumber daya alam sangat terbatas. Sehingga menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumber daya alam sangat terbatas. sehingga menipisnya sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumberdaya alam yang dapat diperbaharui harus dapat meminimalisasi agar aktivitas industry dapat berkelanjutan dalam jangka waktu lebih lama.
2.      Menjamin mutu /kualitas hidup masyarakat sekitarnya
Manusia merupakan satu-satunya komponen dalam interaksi yang ada dalam ekologi yang kompleks. Aktivitas-aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi keseluruhan system. Karena kualitas hidup manusia bergantung pada kualitas komponen-komponen lain dalam ekosistem, struktur dan fungsi ekosistem, sehingga hal ini harus menjadi focus dalam konsep ekologi industry. Bagaimana caranya agar ekosistem atau secara perlahan merusak struktur dan fungsi ekosistem itu sendiri yang membahayakan system kehidupan.
3.      Memelihara kelangsungan hidup ekologi system alami (environmental equity)
Tantangan yang utama bagi pembanguna berkelanjutan adalah bagaimana upaya untuk mencapai suatu keadilan antar generasi dan antar masyarakat. Menghabiskan sumber daya alam dan merusak kualitas ekologi demi mencapai tujuan jangka pendek dapat membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidung mereka.

Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.

Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.
             Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.

            Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan atau material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan atau mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan. Secara tidak langsung ekologi sangat erat kaitannya dengan simbiosis industry.
             Simbiosis industri secara tradisional memisahkan antara industri dalam pendekatan secara kolektif dengan keuntungan kompetitif yang melibatkan pertukaran material, energi, air dan/atau antar produk. Simbiosis industri terdiri dari pertukaran antar entitas yang berbeda yang menghasilkan keuntungan kolektif yang lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan tunggal. Kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social capital) yang berpartisipasi. Simbiosis itu sendiri tidak harus berada di dalam batasan kompleks kawasan industri, sebaliknya menggambarkan semua organisasi yang terlibat dalam pertukaran.
               Kunci dari simbiosis industri adalah kolaborasi dan semua kemungkinan sinergis yang dimungkinkan dalam suatu areal kawasan industri. Secara bersamaan, perhatian juga mulai dikembangkan pada simbiosis industri dan kawasan eko-industri, sejumlah kawasan eko-industri lain yang mungkin terbentuk secara lebih luas, yang merupakan pembangunan hijau (green development). Termasuk didalamnya pemukiman, perniagaan, dan pembangunan komunitas yang ditangkap dalam terminology semisal arsitektur berkelanjutan, bangunan hijau, komunitas berkelanjutan dan pertumbuhan cerdas (smart growth). Pembangunan eko-industri atau pembangunan industri yang berkelanjutan mempersempit kemungkinan dominasi industri dan aktifitas komersial; tetapi meningkatkan pertanian. Kerjasama bisnis yang melibatkan pertukaran material atau bahan atau air atau energi atau sharing komponen meningkatkan kualitas kegiatan sebagai simbiosis industri. Terdapat 3 peluang utama untuk saling-tukar sumber daya : Penggunaan ulang produk – pertukaran material khusus perusahaan antara dua atau lebih perusahaan / kelompok untuk digunakan sebagai substitusi untuk produk komersil atau bahan baku. Saling tukar komponen material juga merujuk kepada pertukaran sebagian produk, sinergi, atau pertukaran limbah dan dapat juga sebagai jaringan daur ulang industri, yaitu :
  1. Penggunaan bersama (sharing) utilitas atau infrastruktur – penggunaan tempat mencuci alat-alat dan pengelolaan sumber daya yang umum seperti energi, air dan limbah cair.
  2. Penggabungan pengadaan jasa atau service yang menghasilkan kebutuhan umum perusahaan untuk aktifitas yang lebih kecil misalnya transportasi, supply makanan dan pencegahan kebakaran.
Pemahaman tentang jaringan ekologi industri dapat juga menjadi luas sebagai daerah lingkungan dan aktifitas ekonomi diantara kegiatan bisnis. Hanya sebagai kluster ekonomi yang berupa kelompok dalam sektor bisnis yang sama yang berhubungan dengan produk yang dihasilkan dan digunakan misalnya kelompok bisnis furniture yang disebut juga eco-industrial-cluster yang adakalanya digunakan untuk menggambarkan interaksi antara perusahaan dalam industri yang sejenis. Meskipun pertukaran material dan energi telah secara signifikan telah menjadi bagian dari aktifitas industri selama berabad-abad, tetapi focus pada atribut lingkungan masih merupakan hal yang baru.
Salah satu pendekatan untuk menghasilkan tingkat yang lebih tinggi mengenai efisiensi penggunaan bahan baku dan sumber energi adalah dengan menyertakan konsep ekologi pada dunia industri. Ekologi industri merujuk kepada pertukaran / saling bertukar antara sektor industri dimana pembuangan dari satu industri menjadi sumber bahan baku dari industri lainnya. Sebagai contoh : uap panas yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik dapat digunakan sebagai sumber panas untuk pabrik bahan kimia disekitarnya. Debu terbang dari pembakaran batu bara pada stasiun pembangkit dapat digunakan sebagai bahan untuk industri semen.
Ekosistem alam tidak menghasilkan ‘sisa’ atau ‘limbah’, karena ‘limbah’ dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lainnya. Sistem alam tidak menghasilkan kandungan persitensi toxic yang tidak dapat dimanfaatkan organisme lain dalam sistem. Hipotesisnya adalah dalam memfungsikan efisiensi ekonomi yang harmonis dengan ekosistem, tidak akan ada limbah atau sisa yang tidak terpakai.Ekologi industri melibatkan antara lain analisis siklus, lingkaran suatu proses, pemanfaatan kembali (reusing) dan daur ulang (recycling), rancangan untuk lingkungan dan pertukaran / saling menukar ‘sisa’ atau ‘limbah’ (waste exchange). Sedangkan teknologi dan proses yang memaksimumkan efisiensi ekonomi dan lingkungan merupakan eco-efisien’
Metafora perubahan perlahan-lahan dapat membantu kita dalam memahami ekosistem kawasan industri. Setiap sistem industri, misalnya sistem kawasan industri merupakan sistem yang unik. Ekonomi, social, budaya dan dimensi ekologi termasuk dalam keragaman sistem. Perubahan keragaman sistem dan peningkatan kebergantungan pada sumber yang dapat diperbaharui / renewable source, material sisa, limbah dan energi, jika dapat bergerak perlahan mengikuti waktu / masa siklus alam, akan mengurangi beban lingkungan. Hardin Tibbs dalam artikelnya yang berjudul ”Industrial Ecology : An Agenda for Industry“ menekankan 6 komponen prinsip dalam ekologi industri, yaitu :
  1. Ekosistem Industri : merupakan kerjasama antara beragam industri dimana limbah darisuatu industri merupakan bahan material bagi industri lainnya
  2.  Keseimbangan input dan output industri yang mengacu pada keterbatasan system alam.
  3. Pengurangan intensitas material dan energi dalam produksi
  4. Peningkatan efisiensi dalam proses industri
  5. Pengembangan supply energi yang dapat diperbaharui untuk keperluan industri
  6. Adopsi kebijaksanaan baru, baik kebijakan nasional maupun internasional dalam pengembangan ekonomi.

Selasa, 18 Desember 2012

POLITIK



Politik berasal dari bahasa Belanda politiek dan bahasa Inggris politics, yang masing-masing bersumber dari bahasa Yunani (politika - yang berhubungan dengan negara).
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep tentang sistem politik, negara, masyarakat, kedaulatan, kekuasaan, legitimasi, lembaga negara, perubahan sosial, pembangunan politik, perbandingan politik, dsb.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
1.        Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  1. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  2. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  3. Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Politik dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1.      Gerakan politik adalah gerakan sosial kemasyarakatan di bidang politik. Gerakan politik dapat bekisar disekitar satu masalah atau dari rerangkaian isu permasalahan atau sekitar timbunan keprihatinan bersama dari sekelompok sosial.

2.      Ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. Ideologi politik biasanya mengenai dirinya dengan bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.

3.      Komunikasi Politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara "yang memerintah" dan "yang diperintah".Menurut Gabriel Almond (1960) : Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu  ada dalam setiap sistem politik.

4.      Marketing politik adalah variasi dari kebijakan komunikasi pemasaran untuk mempromosikan seorang atau proyek politik dengan menggunakan model teknik pemasaran komersial sebagai mewakili seperangkat metode yang dapat digunakan oleh organisasi-organisasi politik untuk pencapaian tujuan dalam hal program politik atau dalam memengaruhi perilaku para pemilih dengan melakukan propaganda.

5.      Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebutOrganisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.

6.      Sosiologi politik mempelajari hubungan antara negara dan masyarakat.  Disiplin ilmu ini menggunakan sejarah komparatif untuk menganalisis tren sosio-politik yang sedang terjadi.

7.      Transparansi seperti yang digunakan dalam istilah politik berarti keterbukaan dan pertanggung-jawaban. Istilah ini adalah perpanjangan metafor dari arti yang digunakan di dalam ilmu Fisika: sebuah obyek transparan adalah obyek yang bisa dilihat tembus

8.      Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.

Pentingnya Fungsi Pembelian


Management audit bisa digunakan untuk mengevaluasi organisasi secara keseluruhan ataupun fungsi tertentu dalam organisasi, untuk menentukan apakah perusahaan sudah memperoleh efisiensi biaya yang maksimum dari yang telah dilaksanakan oleh fungsi tersebut selama ini. Penelitian ini menjadikan fungsi pembelian sebagai sasaran audit. 

Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.

Pandangan ini menurut Siagian (2001:192) mudah dipahami karena dalam proses produksi perusahaan memerlukan bahan baku. Tidak banyak perusahaan yang menguasai sendiri bahan baku yang diperlukan untuk diolah lebih lanjut menjadi produk jadi, sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun bentuk atau jenis perusahaan yang tidak terlibat dengan fungsi pembelian. Pengalaman banyak perusahaan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu produk mungkin mencapai sekitar lima puluh persen dari harga jual produk, menjadikan fungsi pembelian sebagai sumber pemborosan apabila tidak diselenggarakan dengan baik dan sumber penghematan yang akan memperbesar laba perusahaan apabila dilakukan dengan teliti dan cermat.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembelian merupakan area yang penting yang dikemukakan Brown dkk. (2001:131), yaitu:
1. Fungsi pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi.
2. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1% ekivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%.
3. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi manajemen.

Bagaimana cara sebuah perusahaan dalam mengendalikan strategi pengadaan barangnya akan mempunyai pengaruh langsung terhadap bagaimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Pembelian yang baik juga perlu menjadi perhatian untuk organisasi-organisasi non profit dan pemerintah. Berbagai tekanan yang berkaitan dengan kurangnya dana yang tersedia dan besarnya biaya, mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk beroperasi seefisien mungkin dengan biaya seminimum mungkin.

Dengan demikian, apapun jenis dan ukuran perusahaannya, pembelian yang dilaksanakan dengan ekonomis dan efektif amat diperlukan dalam upaya mencapai kondisi perusahaan yang sehat karena pembelian merupakan kegiatan yang memerlukan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar.

Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian

Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Assauri (1998:162) menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produknya.
2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produk perusahaan, harga serta desainnya.
3. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi.
4. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan perkembangan pasar, perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
5. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.

Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatas antara lain:
1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.
2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.
3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.
4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.
5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.
6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya dalam perusahaan.
7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.
8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu sehingga tidak menganggu rencana produksi dari perusahaan tersebut.

Galloway dkk. (2000:305) mendefinisikan tujuan dan tanggung jawab departemen pembelian adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Memilih, mengevaluasi dan mengembangkan sumber-sumber untuk bahan dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2. Memelihara dan membangun relasi dengan suplier yang berkenaan dengan kualitas, pengiriman, pembayaran dan pengembalian.
3. Mencari bahan dan produk baru, serta sumber-sumber baru untuk memperoleh bahan dan produk yang lebih baik yang mungkin bisa digunakan oleh perusahaan di masa yang akan datang.
4. Melakukan negosiasi dan memperoleh bahan baku, peralatan, barang dan jasa pada harga yang mencerminkan the best value for money.
5. Ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas untuk reduksi biaya.
6. Memelihara sistem komunikasi yang efektif dan melakukan konsultasi secara rutin dengan fungsi-fungsi internal.
7. Selalu memberikan informasi mengenai biaya pembelian dan berbagai perubahan yang mungkin bisa mempengaruhi laba perusahaan dan perkembangan dimasa mendatang kepada manajemen puncak.

MANAJEMEN


         Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. (Stoner)
Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat system kerjasama ini lebih bermanfaat bagi manusia. Menurut Gulick, manajemen telah memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari untuk waktu yang lama dan telah diorganisasi menjadi suatu rangkaian teori. Teori-teori ini masih terlalu umum dan subyektif. Tetapi teori manajemen selalu diuji dalam praktek, sehingga manajemen sebagai ilmu akan terus berkembang.
Manajemen sebagai suatu seni, dapat diartikan bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerjasama dengan orang lain.pada intinya bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan.
Banyak usaha yang telah dilakukan untuk mengklasifikasikanmanajemen sebagai suatu profesi. Edgar H.Schein telah menguraikan karakteristik-karakteristik atau criteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagi profesi. Manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin professional melalui perkembangan yang menyolok program-programlatihan manajemendi unuversitas-universitas ataupun lembaga-lembaga manajemen swasta dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi(perusahaan).
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.
Fungsi - Fungsi manajemen :
l. Fungsi perencanaan
    Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.

2. Fungsi pengorganisasian
    Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.

3. Fungsi pengarahan
    Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.

4. Fungsi pengkoordinasi
    Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

5. Fungsi pengawasan
    Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.
            Dua konsepsi utama untuk mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah efisiensi dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Ini merupakan konsep matematik atau merupakan perhitungan ratio antara keluaran (output) dan masukan (input). Seorang manajer yang efisensi adalah seseorang yamng mencapai keluaran yang lebih tinggi (hasil,produktivitas,performance) disbanding masukan-masukan(tenaga kerja,bahan, uang, mesin dan waktu) yang digunakan. Dengan kata lain manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber daya-sumber daya untuk mencapai pengeluaran yang telah ditentukan.
            Pengertian efektifitas secara umum adalah menunjukkan taraf tercapainya hasil, sering atau senantiasa dikaitkan dengan pengertian efisien meskipun sebenernya ada perbedaan iantara keduanya. Efektifitas menekankan pada hasil yang dicapai sedangkan efisiensi lebih melihat pada bagaimana cara mencapai hasil yang dicapai itu dengan membandingkan antara input dan outputnya.
            Mismanajemen adalah tidak digunakan atau tidak deberlakukannya proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Sehingga mengakibatkan kerugian, pemborosan bahkan tujuan yang dicita-citakan tidak akan tercapai.
            Untuk mengindari mismanajemen sangatlah dibutuhkan tim manajemen yang solid antara manajemen lokal dengan manajemen asing, kuatnya integritas dan juga loyalitas yang tinggi serta harus dimilikinya sikap atau perilaku yang tegas dalam mengatur segala macam urusan.



           Panahan atau memanah (Bahasa Inggrisnya Archery) adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Bukti-bukti menunjukkan bahwa sejarah panahan telah dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu yang awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran dan kemudian sebagai olahraga ketepatan. Seseorang yang gemar atau merupakan ahli dalam memanah disebut juga sebagai pemanah.

Senin, 17 Desember 2012

Pemilihan LeTak uSaHAa..



Perkembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang ekonomi yang semakin membuka peluang para pengusaha asing untuk berkompetisi dalam menjaring konsumen lokal. Dampak globalisasi ini menyebabkan industri jasa yang terdiri dari berbagai macam industri seperti industri transportasi dan industri telekomunikasi berkembang dengan sangat cepat.
Dalam membangun sebuah bisnis atau usaha sangatlah diperlukan sebuah tempat yang dimana sebuah perusahaan tersebut akan berlokasi. Dengan adanya lokasi ini maka akan memberikan segi positif dan juga negatif dalam perkembangan perusahaan tersebut. Memilih lokasi yang tepat berarti menghindari sebanyak mungkin efek-efek negatif yang mungkin timbul dan juga mendapatkan lokasi yang memiliki paling banyak faktor-faktor positif.

          
Perencanaan lokasi merupakan salah satu keputusan yang harus dilakukan pada awal perencanaan proses produksi. Pemilihan lokasi akan mempengaruhi biaya operasi, harga produk, dan kemampuan perusahaan untuk bersaing. Kesalahan dalam langkah ini akan mengakibatkan biaya yang mahal.
            Ada beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pemilihan lokasi. Berdasarkan keutamaanya, variabel yang menentukan letak lokasi dibagi menjadi :
1. Variabel yang utama yang terdiri dari :
            a. Ketersediaan bahan baku. Jika bahan baku/bahan mentah merupakan komponen yang amat penting dari keseluruhan proses operasi maka akan sangat baik apabila dalam menentukan letak perusahaan berdekatan dengan bahan baku.
            b. Letak pasar yang dituju. Pada industri barang konsumsi, kecenderungan bobot variabel ini sangat diperhatikan. Demikian juga untuk perusahaan yang tidak berskala besar.
            c. Tenaga listrik dan air. Untuk jenis industri hulu, misalnya industri baja, aluminium, dan semen, keperluan akan pembangkit tenaga listrik sangat dibutuhkan. Sedangkan, perusahaan kertas akan sangat memerlukan jumlah air yang besar.
            d. Ketersediaan tenaga kerja. Tersedianya tenaga kerja baik terdidik maupun terlatih akan berpengaruh terhadap biaya produksi yang ditanggung perusahaan.
            e. Fasilitas transportasi. Fasilitas ini berkaitan erat dengan pertimbangan bahan mentah dan pertimbangan pasar. Jika lokasi mendekati sumber bahan mentah, maka fasilitas transportasi terutama diperhitungkan dalam kaitannya dengan ongkos transportasi menuju pasar, demikian juga sebaliknya.
2. Variabel yang bukan utama, meliputi :
a. Hukum dan peraturan yang berlaku, baik ditingkat negara maupun ditingkat lokal.
b. Iklim dan keadaan tanah
c. Sikap masyarakat setempat
            Menurut jenisnya faktor, yang mempengaruhi pemilihan lokasi dibagi menjadi faktor kualitatif dan kuantitatif. Contoh faktor kualitatif adalah kualitas hidup masyarakat setempat misalnya pendidikan, rekreasi, kegiatan budaya, dan lain-lain. Sedangkan faktor kuantitatif seperti biaya tenaga kerja, kedekatan dengan konsumen atau dengan bahan mentah, kemudahan transportasi, biaya, dan ketersediaan energi serta pajak.
            Dalam memilih lokasi pabrik, manajer operasi harus melakukan penilaian terhadap alternatif lokasi yang akan dipilihnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai pabrik, yaitu :
1. Metode Kualitatif
            Metode ini berdasar pada penilaian oleh suatu tim yang dibentuk khusus terhadap faktor yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah penerimaan masyarakat terhadap adanya lokasi pabrik tersebut.
2. Metode Transportasi
            Metode ini digunakan bila perusahaan yang telah memiliki beberapa lokasi pabrik dan bermaksut untuk menambah pabrik atau adanya relokasi pelayanaan dari setiap pabrik yang telah ada.
3. Metode Analisis Biaya
            Konsepnya berdasar pada pemanfaatan biaya variabel untuk membantu pemilihan alternatif lokasi, sehingga dapat disusun hubungan persamaan untuk masing-masing alternatif lokasi antara biaya yang ditanggung oleh masing-masing lokasi dengan volume produksi yang diinginkan. Sebagai contoh adalah biaya bahan baku.
 Apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang sangat strategis maka usaha yang dilakukan itu bisa disebut sukses dan juga sebaliknya apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang kurang strategi maka usaha yang dilakukan itu belum bisa disebut sukses.
Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi :
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin digeluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran akhir dalam berbisnis.
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak seimbang dengan kemampuan masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/lokasi usaha. Karena itu, perlu dicermati bagaimana penghasilan penduduk di area usaha yang akan dilakukan.
3. Jumlah usaha
Ada baiknya apabila lokasi yang dipilih merupakan pusat bisnis atau usaha. Apabila lokasi tersebut merupakan pusat usaha maka peluang bisnis anda akan sukses pun besar.
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha seperti mal,sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Dengan adanya tipe tersebut maka keinginan atau cita-cita kesuksesan anda dapat tercapai.
5. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin dijalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis untuk lokasi usaha.
6. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha.
Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha tersebut.
7. Tingkat keamanan yang mendukung.
Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha kita dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, kita bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman.
8. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih.
Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. 
9. Lalu lintas traffic di mana ada 2 hal yang perlu di pertimbangkan, yaitu:
a. banyaknya orang yang lalu lalang bisa memberi peluang terjadinya impulse buying,
b. kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa pula menjadi hambatan, misalnya terdapat pelayanan kepolisian, pemadam kebakaran, atau ambulan.

Selasa, 20 November 2012

My Friends

persahabatan tak akan pernah berakhir.. makasih teman-temankuuu sayanggg 



makasih buat semua kebaikan dan kehebohan kalian..