PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada dewasa ini yang menjadi bahan perdebatan adalah
bagaimana menyusun suatu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan
lingkungan. Semakin meningkatnya populasi manusia mengakibatkan tingkat
konsumsi produk dan energi meningkat juga. Permasalahan ini ditambah dengan ketergantungan
penggunaan energi dan bahanbaku yang tidak dapat diperbarui. Pada awal perkembangan
pembangunan, industri dibangun sebagai suatu unit proses yang
tersendiri,terpisah dengan industri lain dan lingkungan. Proses industri ini
menghasilkan produk,
produk
samping dan limbah yang dibuang ke lingkungan. Adanya sejumlah limbah yang dihasilkan
dari proses produksi, mengharuskan industry menambah investasi untuk memasang
unit tambahan untuk mengolah limbah hasil proses sebelum dibuang ke lingkungan.
B. Tujuan
Untuk mengetahui dan mempelajari tentang
peran ekonomi terhadap lingkungan dalam ekologi industry.
PEMBAHASAN
Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha
untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada
lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola
aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan
menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem
industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan
berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri
ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada,
membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses
dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber
energi yang tidak terbarukan.
Dengan menerapkan
konsep ekologi industri, kawasan industri dapat mengembangkan sistem pertukaran
limbah yang dapat bermanfaat bagi industri tersebut. Indonesia sebagai negara
agraris dapat mengembangkan ekologi industri berbasis agroindustri. Keuntungan
yang dapat diperoleh yaitu penurunan jumlah konsumsi energi fosil, sumber daya
alam, dan mengurangi dampak lingkungan. Biaya produksi juga dapat dikurangi
Pengendalian pencemaran lingkungan dengan cara pengolahan limbah
(pendekatan end of pipe) menjadi sangat mahal dan tidak dapat menyelesaikan
permasalahan ketika jumlah industri semakin banyak, daya dukung alam semakin
terbatas, dan sumber daya alam semakin menipis. Oleh karena itu, orang kemudian
mulai meninggalkan pendekatan end of pipe yang bersifat kuratif
atau remediasi ini dan berganti ke pendekatan bersifat preventif yang lebih
mengarah pada penanganan pada sumbernya untuk mencegah atau meminimalkan limbah
yang terbentuk(pollution prevention). Strategi pencegahan pencemaran
dengan memfokuskan pada perbaikan sistem proses ini memberikan kinerja lingkungan
yang lebih baik dan lebih ekonomis. Hal ini mendorong para peneliti untuk mengembangkan
suatu sistem produksi yang dapat menghemat penggunaan bahan baku dan energi
dari alam.
Pada ekologi industri tidak hanya membahas tentang masalah
polusi dan lingkungan tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan industry serta
aspek ekonomi tetap diutamakan. Ekologi industri merupakan suatu sistem
industri yang terpadu diantara industri-industri yang ada di dalamnya dan
saling bersimbiosis secara mutualisme. Dalam sistem ini mengacu pada sistem
ekologi di alam. Hal lain yang menghambat adalah kurangnya dukungan pemerintah
secara nyata terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Kawasan industri masih berupa suatu kawasan yang belum terpadu secara sistematis
dan hanya berupa kumpulan industry yang berdiri sendiri. Indonesia sebagai
salah satu negara berkembang sebenarnya telah mengaplikasikan ekologi industri.
Konsep ekologi industri yang dikembangkan di
Indonesia masih sangat sederhana dan belum sampai tahap system ekologi industri
yang menyeluruh. Konsep ekologi industri di Indonesia masih sangat berprospek
untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga pada akhirnya diperoleh suatu pembangunan
industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dengan kajian ini diharapkan
dapat menjadi masukan dalam penyusunan pembangunan kawasan ekologi industri di
Indonesia.
Ekologi industry adalah suatu system yang digunakan
untuk mengelola aliran energy atau material sehingga diperoleh efisiensi yang
tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Ekologi industri juga merupakan multi disiplin ilmu
yang membahas masalah sistem industri, aktivitas ekonomi dan hubungannya yang
fundamental dengan sistem alam. Secara idealnya sistem yang dibangun dalam
ekologi industri mengikuti siklus dimana aliran energi, material, dan
penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk dalam suatu siklus tertutup,
sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya alam,bahkan bisa
melengkapi/memperkaya sumber daya alam itu sendiri.
Ekologi
industry merupalan salah satu konsep untuk menerapkan pembangunan
berkelanjutan. Ekologi industry ini merupakan multi disiplin ilmu yang membahas
masalah system industry, aktivitas ekonomi dan hubunganny yang fundamental
dengan system alam. Ide ekologi industry diartikan dengan sistematologi alam,
yang biasanya digerakkan oleh energy matahari, ekosistem, termasuk di dalamnya
hubungan mutualisme antar berbagai jasad renik dan lingkungan sekitarnya dimana
terjadi pertukaran material melalui suatu siklus besar. Idealnya system yang
dibangun dalam ekologi industry juga mengikuti siklus seperti itu, dimana
aliran energy, material dan penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk
dalam suatu siklus tertutup, sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya
alam, bahkan bisa melengkapi atau memperkaya sumber daya alam itu sendiri.
Tujuan
ekologi industry adalah mengajukan dan melaksanakan konsep-konsep pembangunan
berkelanjutan, baik itu secara global, regional ataupun pada tingkat lokal,
dengan mencoba menemukan antara kebutuhan generasi sekarang dengan generasi
yang akan datang. Dalam hal ini ada tiga prinsip kunci pembangunan yang
berkelanjutan yang menjadi tujuan ekologi industry yaitu :
1.
Penggunaan Sumber daya Alam yang berkelanjutan
Ekologi industry
mengembangkan prinsip untuk lebih mengutamakan penggunaan sumber daya alam yang
dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak
diperbaharui. Aktivasi industry bergantung pada ketersedian sumber daya alam
yang kuat (steady supply of resource), sehingga untuk itu perlu untuk mengatur
pemanfaatannya secara lebih efisien dalam proses sebisa mungkin, walaupun sudah
banyak penelitian yang menemukan cara meminimalisai penggunaan bahan baku ini.
Selain sinar matahari, sumber daya alam sangat terbatas. Sehingga menipisnya
sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumber daya alam
sangat terbatas. sehingga menipisnya sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbaharui dan rusaknya sumberdaya alam yang dapat diperbaharui harus dapat
meminimalisasi agar aktivitas industry dapat berkelanjutan dalam jangka waktu
lebih lama.
2.
Menjamin mutu /kualitas hidup masyarakat sekitarnya
Manusia merupakan
satu-satunya komponen dalam interaksi yang ada dalam ekologi yang kompleks.
Aktivitas-aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi
keseluruhan system. Karena kualitas hidup manusia bergantung pada kualitas
komponen-komponen lain dalam ekosistem, struktur dan fungsi ekosistem, sehingga
hal ini harus menjadi focus dalam konsep ekologi industry. Bagaimana caranya
agar ekosistem atau secara perlahan merusak struktur dan fungsi ekosistem itu
sendiri yang membahayakan system kehidupan.
3.
Memelihara kelangsungan hidup ekologi system alami
(environmental equity)
Tantangan yang utama bagi
pembanguna berkelanjutan adalah bagaimana upaya untuk mencapai suatu keadilan
antar generasi dan antar masyarakat. Menghabiskan sumber daya alam dan merusak
kualitas ekologi demi mencapai tujuan jangka pendek dapat membahayakan
kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidung mereka.
Pada konsep ekologi industri, sistem industri
dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan
disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini
dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan
jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan
termasuk sumber daya, energi dan modal.
Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi
ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam
ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang
menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri
tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara
komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini
menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun
ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.
Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem
alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem
saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang
menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri
tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara
komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini
menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem
adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.
Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan atau material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan atau mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan. Secara tidak langsung ekologi sangat erat kaitannya dengan simbiosis industry.
Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan atau material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan atau mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan. Secara tidak langsung ekologi sangat erat kaitannya dengan simbiosis industry.
Simbiosis industri secara
tradisional memisahkan antara industri dalam pendekatan secara kolektif dengan
keuntungan kompetitif yang melibatkan pertukaran material, energi, air dan/atau
antar produk. Simbiosis industri terdiri dari pertukaran antar entitas yang
berbeda yang menghasilkan keuntungan kolektif yang lebih besar dibandingkan
keuntungan yang diperoleh dari kegiatan tunggal. Kolaborasi ini juga dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social capital) yang
berpartisipasi. Simbiosis itu sendiri tidak harus berada di dalam batasan
kompleks kawasan industri, sebaliknya menggambarkan semua organisasi yang
terlibat dalam pertukaran.
Kunci dari simbiosis industri
adalah kolaborasi dan semua kemungkinan sinergis yang dimungkinkan dalam suatu
areal kawasan industri. Secara bersamaan, perhatian juga mulai dikembangkan
pada simbiosis industri dan kawasan eko-industri, sejumlah kawasan eko-industri
lain yang mungkin terbentuk secara lebih luas, yang merupakan pembangunan hijau
(green development). Termasuk didalamnya pemukiman, perniagaan, dan
pembangunan komunitas yang ditangkap dalam terminology semisal arsitektur
berkelanjutan, bangunan hijau, komunitas berkelanjutan dan pertumbuhan cerdas
(smart growth). Pembangunan eko-industri atau pembangunan industri yang
berkelanjutan mempersempit kemungkinan dominasi industri dan aktifitas
komersial; tetapi meningkatkan pertanian. Kerjasama bisnis yang melibatkan
pertukaran material atau bahan atau air atau energi atau sharing komponen
meningkatkan kualitas kegiatan sebagai simbiosis industri. Terdapat 3 peluang
utama untuk saling-tukar sumber daya : Penggunaan ulang produk – pertukaran
material khusus perusahaan antara dua atau lebih perusahaan / kelompok untuk
digunakan sebagai substitusi untuk produk komersil atau bahan baku. Saling
tukar komponen material juga merujuk kepada pertukaran sebagian produk,
sinergi, atau pertukaran limbah dan dapat juga sebagai jaringan daur ulang
industri, yaitu :
- Penggunaan
bersama (sharing) utilitas atau infrastruktur – penggunaan tempat mencuci
alat-alat dan pengelolaan sumber daya yang umum seperti energi, air dan
limbah cair.
- Penggabungan
pengadaan jasa atau service yang menghasilkan kebutuhan umum perusahaan
untuk aktifitas yang lebih kecil misalnya transportasi, supply makanan dan
pencegahan kebakaran.
Pemahaman tentang jaringan ekologi industri dapat juga
menjadi luas sebagai daerah lingkungan dan aktifitas ekonomi diantara kegiatan
bisnis. Hanya sebagai kluster ekonomi yang berupa kelompok dalam sektor bisnis
yang sama yang berhubungan dengan produk yang dihasilkan dan digunakan misalnya
kelompok bisnis furniture yang disebut juga eco-industrial-cluster yang adakalanya
digunakan untuk menggambarkan interaksi antara perusahaan dalam industri yang
sejenis. Meskipun pertukaran material dan energi telah secara signifikan telah
menjadi bagian dari aktifitas industri selama berabad-abad, tetapi focus pada
atribut lingkungan masih merupakan hal yang baru.
Salah satu pendekatan untuk menghasilkan tingkat yang lebih
tinggi mengenai efisiensi penggunaan bahan baku dan sumber energi adalah dengan
menyertakan konsep ekologi pada dunia industri. Ekologi industri merujuk kepada
pertukaran / saling bertukar antara sektor industri dimana pembuangan dari satu
industri menjadi sumber bahan baku dari industri lainnya. Sebagai contoh : uap
panas yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik dapat digunakan sebagai
sumber panas untuk pabrik bahan kimia disekitarnya. Debu terbang dari
pembakaran batu bara pada stasiun pembangkit dapat digunakan sebagai bahan
untuk industri semen.
Ekosistem alam tidak menghasilkan ‘sisa’ atau ‘limbah’, karena ‘limbah’ dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lainnya. Sistem alam tidak menghasilkan kandungan persitensi toxic yang tidak dapat dimanfaatkan organisme lain dalam sistem. Hipotesisnya adalah dalam memfungsikan efisiensi ekonomi yang harmonis dengan ekosistem, tidak akan ada limbah atau sisa yang tidak terpakai.Ekologi industri melibatkan antara lain analisis siklus, lingkaran suatu proses, pemanfaatan kembali (reusing) dan daur ulang (recycling), rancangan untuk lingkungan dan pertukaran / saling menukar ‘sisa’ atau ‘limbah’ (waste exchange). Sedangkan teknologi dan proses yang memaksimumkan efisiensi ekonomi dan lingkungan merupakan eco-efisien’
Ekosistem alam tidak menghasilkan ‘sisa’ atau ‘limbah’, karena ‘limbah’ dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lainnya. Sistem alam tidak menghasilkan kandungan persitensi toxic yang tidak dapat dimanfaatkan organisme lain dalam sistem. Hipotesisnya adalah dalam memfungsikan efisiensi ekonomi yang harmonis dengan ekosistem, tidak akan ada limbah atau sisa yang tidak terpakai.Ekologi industri melibatkan antara lain analisis siklus, lingkaran suatu proses, pemanfaatan kembali (reusing) dan daur ulang (recycling), rancangan untuk lingkungan dan pertukaran / saling menukar ‘sisa’ atau ‘limbah’ (waste exchange). Sedangkan teknologi dan proses yang memaksimumkan efisiensi ekonomi dan lingkungan merupakan eco-efisien’
Metafora perubahan perlahan-lahan dapat membantu kita dalam
memahami ekosistem kawasan industri. Setiap sistem industri, misalnya sistem
kawasan industri merupakan sistem yang unik. Ekonomi, social, budaya dan
dimensi ekologi termasuk dalam keragaman sistem. Perubahan keragaman sistem dan
peningkatan kebergantungan pada sumber yang dapat diperbaharui / renewable
source, material sisa, limbah dan energi, jika dapat bergerak perlahan
mengikuti waktu / masa siklus alam, akan mengurangi beban lingkungan. Hardin
Tibbs dalam artikelnya yang berjudul ”Industrial Ecology : An Agenda for Industry“
menekankan 6 komponen prinsip dalam ekologi industri, yaitu :
- Ekosistem
Industri : merupakan kerjasama antara beragam industri dimana limbah
darisuatu industri merupakan bahan material bagi industri lainnya
- Keseimbangan
input dan output industri yang mengacu pada keterbatasan system alam.
- Pengurangan
intensitas material dan energi dalam produksi
- Peningkatan
efisiensi dalam proses industri
- Pengembangan
supply energi yang dapat diperbaharui untuk keperluan industri
- Adopsi kebijaksanaan baru, baik kebijakan nasional maupun internasional dalam pengembangan ekonomi.