Kamis, 07 Maret 2013

Ekologi Industri


PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pada dewasa ini yang menjadi bahan perdebatan adalah bagaimana menyusun suatu pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Semakin meningkatnya populasi manusia mengakibatkan tingkat konsumsi produk dan energi meningkat juga. Permasalahan ini ditambah dengan ketergantungan penggunaan energi dan bahanbaku yang tidak dapat diperbarui. Pada awal perkembangan pembangunan, industri dibangun sebagai suatu unit proses yang tersendiri,terpisah dengan industri lain dan lingkungan. Proses industri ini menghasilkan produk,
produk samping dan limbah yang dibuang ke lingkungan. Adanya sejumlah limbah yang dihasilkan dari proses produksi, mengharuskan industry menambah investasi untuk memasang unit tambahan untuk mengolah limbah hasil proses sebelum dibuang ke lingkungan.

B.     Tujuan
Untuk mengetahui dan mempelajari tentang peran ekonomi terhadap lingkungan dalam ekologi industry.

PEMBAHASAN

Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.

Dengan menerapkan konsep ekologi industri, kawasan industri dapat mengembangkan sistem pertukaran limbah yang dapat bermanfaat bagi industri tersebut. Indonesia sebagai negara agraris dapat mengembangkan ekologi industri berbasis agroindustri. Keuntungan yang dapat diperoleh yaitu penurunan jumlah konsumsi energi fosil, sumber daya alam, dan mengurangi dampak lingkungan. Biaya produksi juga dapat dikurangi

            Pengendalian pencemaran lingkungan dengan cara pengolahan limbah (pendekatan end of pipe) menjadi sangat mahal dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan ketika jumlah industri semakin banyak, daya dukung alam semakin terbatas, dan sumber daya alam semakin menipis. Oleh karena itu, orang kemudian mulai meninggalkan pendekatan end of pipe yang bersifat kuratif atau remediasi ini dan berganti ke pendekatan bersifat preventif yang lebih mengarah pada penanganan pada sumbernya untuk mencegah atau meminimalkan limbah yang terbentuk(pollution prevention). Strategi pencegahan pencemaran dengan memfokuskan pada perbaikan sistem proses ini memberikan kinerja lingkungan yang lebih baik dan lebih ekonomis. Hal ini mendorong para peneliti untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang dapat menghemat penggunaan bahan baku dan energi dari alam.

Pada ekologi industri tidak hanya membahas tentang masalah polusi dan lingkungan tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan industry serta aspek ekonomi tetap diutamakan. Ekologi industri merupakan suatu sistem industri yang terpadu diantara industri-industri yang ada di dalamnya dan saling bersimbiosis secara mutualisme. Dalam sistem ini mengacu pada sistem ekologi di alam. Hal lain yang menghambat adalah kurangnya dukungan pemerintah secara nyata terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kawasan industri masih berupa suatu kawasan yang belum terpadu secara sistematis dan hanya berupa kumpulan industry yang berdiri sendiri. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sebenarnya telah mengaplikasikan ekologi industri.

Konsep ekologi industri yang dikembangkan di Indonesia masih sangat sederhana dan belum sampai tahap system ekologi industri yang menyeluruh. Konsep ekologi industri di Indonesia masih sangat berprospek untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga pada akhirnya diperoleh suatu pembangunan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dengan kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan pembangunan kawasan ekologi industri di Indonesia.

Ekologi industry adalah suatu system yang digunakan untuk mengelola aliran energy atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Ekologi industri juga merupakan multi disiplin ilmu yang membahas masalah sistem industri, aktivitas ekonomi dan hubungannya yang fundamental dengan sistem alam. Secara idealnya sistem yang dibangun dalam ekologi industri mengikuti siklus dimana aliran energi, material, dan penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk dalam suatu siklus tertutup, sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya alam,bahkan bisa melengkapi/memperkaya sumber daya alam itu sendiri.

Ekologi industry merupalan salah satu konsep untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan. Ekologi industry ini merupakan multi disiplin ilmu yang membahas masalah system industry, aktivitas ekonomi dan hubunganny yang fundamental dengan system alam. Ide ekologi industry diartikan dengan sistematologi alam, yang biasanya digerakkan oleh energy matahari, ekosistem, termasuk di dalamnya hubungan mutualisme antar berbagai jasad renik dan lingkungan sekitarnya dimana terjadi pertukaran material melalui suatu siklus besar. Idealnya system yang dibangun dalam ekologi industry juga mengikuti siklus seperti itu, dimana aliran energy, material dan penggunaan sampah hasil olahannya dapat dibentuk dalam suatu siklus tertutup, sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan sumberdaya alam, bahkan bisa melengkapi atau memperkaya sumber daya alam itu sendiri.

Tujuan ekologi industry adalah mengajukan dan melaksanakan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan, baik itu secara global, regional ataupun pada tingkat lokal, dengan mencoba menemukan antara kebutuhan generasi sekarang dengan generasi yang akan datang. Dalam hal ini ada tiga prinsip kunci pembangunan yang berkelanjutan yang menjadi tujuan ekologi industry yaitu :
1.      Penggunaan Sumber daya Alam yang berkelanjutan
Ekologi industry mengembangkan prinsip untuk lebih mengutamakan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak diperbaharui. Aktivasi industry bergantung pada ketersedian sumber daya alam yang kuat (steady supply of resource), sehingga untuk itu perlu untuk mengatur pemanfaatannya secara lebih efisien dalam proses sebisa mungkin, walaupun sudah banyak penelitian yang menemukan cara meminimalisai penggunaan bahan baku ini. Selain sinar matahari, sumber daya alam sangat terbatas. Sehingga menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumber daya alam sangat terbatas. sehingga menipisnya sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumberdaya alam yang dapat diperbaharui harus dapat meminimalisasi agar aktivitas industry dapat berkelanjutan dalam jangka waktu lebih lama.
2.      Menjamin mutu /kualitas hidup masyarakat sekitarnya
Manusia merupakan satu-satunya komponen dalam interaksi yang ada dalam ekologi yang kompleks. Aktivitas-aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi keseluruhan system. Karena kualitas hidup manusia bergantung pada kualitas komponen-komponen lain dalam ekosistem, struktur dan fungsi ekosistem, sehingga hal ini harus menjadi focus dalam konsep ekologi industry. Bagaimana caranya agar ekosistem atau secara perlahan merusak struktur dan fungsi ekosistem itu sendiri yang membahayakan system kehidupan.
3.      Memelihara kelangsungan hidup ekologi system alami (environmental equity)
Tantangan yang utama bagi pembanguna berkelanjutan adalah bagaimana upaya untuk mencapai suatu keadilan antar generasi dan antar masyarakat. Menghabiskan sumber daya alam dan merusak kualitas ekologi demi mencapai tujuan jangka pendek dapat membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidung mereka.

Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.

Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.
             Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer atau pengurai.

            Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan atau material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan atau mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan. Secara tidak langsung ekologi sangat erat kaitannya dengan simbiosis industry.
             Simbiosis industri secara tradisional memisahkan antara industri dalam pendekatan secara kolektif dengan keuntungan kompetitif yang melibatkan pertukaran material, energi, air dan/atau antar produk. Simbiosis industri terdiri dari pertukaran antar entitas yang berbeda yang menghasilkan keuntungan kolektif yang lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan tunggal. Kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social capital) yang berpartisipasi. Simbiosis itu sendiri tidak harus berada di dalam batasan kompleks kawasan industri, sebaliknya menggambarkan semua organisasi yang terlibat dalam pertukaran.
               Kunci dari simbiosis industri adalah kolaborasi dan semua kemungkinan sinergis yang dimungkinkan dalam suatu areal kawasan industri. Secara bersamaan, perhatian juga mulai dikembangkan pada simbiosis industri dan kawasan eko-industri, sejumlah kawasan eko-industri lain yang mungkin terbentuk secara lebih luas, yang merupakan pembangunan hijau (green development). Termasuk didalamnya pemukiman, perniagaan, dan pembangunan komunitas yang ditangkap dalam terminology semisal arsitektur berkelanjutan, bangunan hijau, komunitas berkelanjutan dan pertumbuhan cerdas (smart growth). Pembangunan eko-industri atau pembangunan industri yang berkelanjutan mempersempit kemungkinan dominasi industri dan aktifitas komersial; tetapi meningkatkan pertanian. Kerjasama bisnis yang melibatkan pertukaran material atau bahan atau air atau energi atau sharing komponen meningkatkan kualitas kegiatan sebagai simbiosis industri. Terdapat 3 peluang utama untuk saling-tukar sumber daya : Penggunaan ulang produk – pertukaran material khusus perusahaan antara dua atau lebih perusahaan / kelompok untuk digunakan sebagai substitusi untuk produk komersil atau bahan baku. Saling tukar komponen material juga merujuk kepada pertukaran sebagian produk, sinergi, atau pertukaran limbah dan dapat juga sebagai jaringan daur ulang industri, yaitu :
  1. Penggunaan bersama (sharing) utilitas atau infrastruktur – penggunaan tempat mencuci alat-alat dan pengelolaan sumber daya yang umum seperti energi, air dan limbah cair.
  2. Penggabungan pengadaan jasa atau service yang menghasilkan kebutuhan umum perusahaan untuk aktifitas yang lebih kecil misalnya transportasi, supply makanan dan pencegahan kebakaran.
Pemahaman tentang jaringan ekologi industri dapat juga menjadi luas sebagai daerah lingkungan dan aktifitas ekonomi diantara kegiatan bisnis. Hanya sebagai kluster ekonomi yang berupa kelompok dalam sektor bisnis yang sama yang berhubungan dengan produk yang dihasilkan dan digunakan misalnya kelompok bisnis furniture yang disebut juga eco-industrial-cluster yang adakalanya digunakan untuk menggambarkan interaksi antara perusahaan dalam industri yang sejenis. Meskipun pertukaran material dan energi telah secara signifikan telah menjadi bagian dari aktifitas industri selama berabad-abad, tetapi focus pada atribut lingkungan masih merupakan hal yang baru.
Salah satu pendekatan untuk menghasilkan tingkat yang lebih tinggi mengenai efisiensi penggunaan bahan baku dan sumber energi adalah dengan menyertakan konsep ekologi pada dunia industri. Ekologi industri merujuk kepada pertukaran / saling bertukar antara sektor industri dimana pembuangan dari satu industri menjadi sumber bahan baku dari industri lainnya. Sebagai contoh : uap panas yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik dapat digunakan sebagai sumber panas untuk pabrik bahan kimia disekitarnya. Debu terbang dari pembakaran batu bara pada stasiun pembangkit dapat digunakan sebagai bahan untuk industri semen.
Ekosistem alam tidak menghasilkan ‘sisa’ atau ‘limbah’, karena ‘limbah’ dari suatu organisme merupakan makanan bagi organisme lainnya. Sistem alam tidak menghasilkan kandungan persitensi toxic yang tidak dapat dimanfaatkan organisme lain dalam sistem. Hipotesisnya adalah dalam memfungsikan efisiensi ekonomi yang harmonis dengan ekosistem, tidak akan ada limbah atau sisa yang tidak terpakai.Ekologi industri melibatkan antara lain analisis siklus, lingkaran suatu proses, pemanfaatan kembali (reusing) dan daur ulang (recycling), rancangan untuk lingkungan dan pertukaran / saling menukar ‘sisa’ atau ‘limbah’ (waste exchange). Sedangkan teknologi dan proses yang memaksimumkan efisiensi ekonomi dan lingkungan merupakan eco-efisien’
Metafora perubahan perlahan-lahan dapat membantu kita dalam memahami ekosistem kawasan industri. Setiap sistem industri, misalnya sistem kawasan industri merupakan sistem yang unik. Ekonomi, social, budaya dan dimensi ekologi termasuk dalam keragaman sistem. Perubahan keragaman sistem dan peningkatan kebergantungan pada sumber yang dapat diperbaharui / renewable source, material sisa, limbah dan energi, jika dapat bergerak perlahan mengikuti waktu / masa siklus alam, akan mengurangi beban lingkungan. Hardin Tibbs dalam artikelnya yang berjudul ”Industrial Ecology : An Agenda for Industry“ menekankan 6 komponen prinsip dalam ekologi industri, yaitu :
  1. Ekosistem Industri : merupakan kerjasama antara beragam industri dimana limbah darisuatu industri merupakan bahan material bagi industri lainnya
  2.  Keseimbangan input dan output industri yang mengacu pada keterbatasan system alam.
  3. Pengurangan intensitas material dan energi dalam produksi
  4. Peningkatan efisiensi dalam proses industri
  5. Pengembangan supply energi yang dapat diperbaharui untuk keperluan industri
  6. Adopsi kebijaksanaan baru, baik kebijakan nasional maupun internasional dalam pengembangan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar