Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan pengunaan sumber daya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. (Stoner)
Luther
Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science)
yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia
bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat system kerjasama ini lebih
bermanfaat bagi manusia. Menurut Gulick, manajemen telah memenuhi persyaratan
untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari untuk waktu yang
lama dan telah diorganisasi menjadi suatu rangkaian teori. Teori-teori ini
masih terlalu umum dan subyektif. Tetapi teori manajemen selalu diuji dalam
praktek, sehingga manajemen sebagai ilmu akan terus berkembang.
Manajemen
sebagai suatu seni, dapat diartikan bahwa di dalam mencapai suatu tujuan
diperlukan kerjasama dengan orang lain.pada intinya bagaimana cara
memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan
manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) untuk mengatur disini
diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai
tujuan bersama. Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih
efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan.
Banyak
usaha yang telah dilakukan untuk mengklasifikasikanmanajemen sebagai suatu
profesi. Edgar H.Schein telah menguraikan karakteristik-karakteristik atau
criteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagi profesi. Manajemen telah
berkembang menjadi bidang yang semakin professional melalui perkembangan yang
menyolok program-programlatihan manajemendi unuversitas-universitas ataupun
lembaga-lembaga manajemen swasta dan melalui pengembangan para eksekutif
organisasi(perusahaan).
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan
tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya
baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan
melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah
serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai
akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.
Fungsi - Fungsi
manajemen :
l. Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2. Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
3. Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
4. Fungsi pengkoordinasi
Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
5. Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.
l. Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2. Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
3. Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
4. Fungsi pengkoordinasi
Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
5. Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.
Dua konsepsi
utama untuk mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah efisiensi
dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
dengan benar. Ini merupakan konsep matematik atau merupakan perhitungan ratio
antara keluaran (output) dan masukan (input). Seorang manajer yang efisensi
adalah seseorang yamng mencapai keluaran yang lebih tinggi
(hasil,produktivitas,performance) disbanding masukan-masukan(tenaga
kerja,bahan, uang, mesin dan waktu) yang digunakan. Dengan kata lain manajer
yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumber daya-sumber daya untuk mencapai
pengeluaran yang telah ditentukan.
Pengertian
efektifitas secara umum adalah menunjukkan taraf tercapainya hasil, sering atau
senantiasa dikaitkan dengan pengertian efisien meskipun sebenernya ada
perbedaan iantara keduanya. Efektifitas menekankan pada hasil yang dicapai
sedangkan efisiensi lebih melihat pada bagaimana cara mencapai hasil yang
dicapai itu dengan membandingkan antara input dan outputnya.
Mismanajemen
adalah tidak digunakan atau tidak deberlakukannya proses perencanaan,
pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi
dan pengunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi
yang ditetapkan. Sehingga mengakibatkan kerugian, pemborosan bahkan tujuan yang
dicita-citakan tidak akan tercapai.
Untuk mengindari mismanajemen sangatlah dibutuhkan tim
manajemen yang solid antara manajemen lokal dengan manajemen asing, kuatnya
integritas dan juga loyalitas yang tinggi serta harus dimilikinya sikap atau
perilaku yang tegas dalam mengatur segala macam urusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar