Perkembangan
persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik
untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang ekonomi yang
semakin membuka peluang para pengusaha asing untuk berkompetisi dalam menjaring
konsumen lokal. Dampak globalisasi ini menyebabkan industri jasa yang terdiri
dari berbagai macam industri seperti industri transportasi dan industri
telekomunikasi berkembang dengan sangat cepat.
Dalam
membangun sebuah bisnis atau usaha sangatlah diperlukan sebuah tempat yang
dimana sebuah perusahaan tersebut akan berlokasi. Dengan adanya lokasi ini maka
akan memberikan segi positif dan juga negatif dalam perkembangan perusahaan
tersebut. Memilih lokasi yang tepat berarti
menghindari sebanyak mungkin efek-efek negatif yang mungkin timbul dan juga
mendapatkan lokasi yang memiliki paling banyak faktor-faktor positif.
Perencanaan lokasi merupakan salah satu keputusan yang harus dilakukan pada awal perencanaan proses produksi. Pemilihan lokasi akan mempengaruhi biaya operasi, harga produk, dan kemampuan perusahaan untuk bersaing. Kesalahan dalam langkah ini akan mengakibatkan biaya yang mahal.
Ada beberapa variabel yang perlu
dipertimbangkan sebelum melakukan pemilihan lokasi. Berdasarkan keutamaanya, variabel
yang menentukan letak lokasi dibagi menjadi :
1. Variabel yang
utama yang terdiri dari :
a. Ketersediaan bahan baku. Jika
bahan baku/bahan mentah merupakan komponen yang amat penting dari keseluruhan
proses operasi maka akan sangat baik apabila dalam menentukan letak perusahaan
berdekatan dengan bahan baku.
b. Letak pasar yang dituju. Pada
industri barang konsumsi, kecenderungan bobot variabel ini sangat diperhatikan.
Demikian juga untuk perusahaan yang tidak berskala besar.
c. Tenaga listrik dan air. Untuk
jenis industri hulu, misalnya industri baja, aluminium, dan semen, keperluan
akan pembangkit tenaga listrik sangat dibutuhkan. Sedangkan, perusahaan kertas
akan sangat memerlukan jumlah air yang besar.
d. Ketersediaan tenaga kerja.
Tersedianya tenaga kerja baik terdidik maupun terlatih akan berpengaruh
terhadap biaya produksi yang ditanggung perusahaan.
e. Fasilitas transportasi. Fasilitas
ini berkaitan erat dengan pertimbangan bahan mentah dan pertimbangan pasar.
Jika lokasi mendekati sumber bahan mentah, maka fasilitas transportasi terutama
diperhitungkan dalam kaitannya dengan ongkos transportasi menuju pasar,
demikian juga sebaliknya.
2. Variabel yang bukan utama, meliputi :
a. Hukum dan peraturan yang berlaku, baik ditingkat negara maupun ditingkat lokal.
a. Hukum dan peraturan yang berlaku, baik ditingkat negara maupun ditingkat lokal.
b. Iklim dan
keadaan tanah
c. Sikap
masyarakat setempat
Menurut
jenisnya faktor, yang mempengaruhi pemilihan lokasi dibagi menjadi faktor
kualitatif dan kuantitatif. Contoh faktor kualitatif adalah kualitas hidup masyarakat
setempat misalnya pendidikan, rekreasi, kegiatan budaya, dan lain-lain.
Sedangkan faktor kuantitatif seperti biaya tenaga kerja, kedekatan dengan
konsumen atau dengan bahan mentah, kemudahan transportasi, biaya, dan
ketersediaan energi serta pajak.
Dalam memilih lokasi pabrik, manajer
operasi harus melakukan penilaian terhadap alternatif lokasi yang akan
dipilihnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai pabrik,
yaitu :
1. Metode
Kualitatif
Metode ini berdasar pada penilaian
oleh suatu tim yang dibentuk khusus terhadap faktor yang telah ditetapkan
terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah penerimaan masyarakat terhadap adanya
lokasi pabrik tersebut.
2. Metode
Transportasi
Metode ini digunakan bila perusahaan
yang telah memiliki beberapa lokasi pabrik dan bermaksut untuk menambah pabrik
atau adanya relokasi pelayanaan dari setiap pabrik yang telah ada.
3. Metode
Analisis Biaya
Konsepnya berdasar pada pemanfaatan
biaya variabel untuk membantu pemilihan alternatif lokasi, sehingga dapat disusun
hubungan persamaan untuk masing-masing alternatif lokasi antara biaya yang
ditanggung oleh masing-masing lokasi dengan volume produksi yang diinginkan. Sebagai
contoh adalah biaya bahan baku.
Apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang
sangat strategis maka usaha yang dilakukan itu bisa disebut sukses dan juga
sebaliknya apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang kurang strategi maka
usaha yang dilakukan itu belum bisa disebut sukses.
Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi
:
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu
indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin digeluti, meskipun hal ini
belum menjadi ukuran akhir dalam berbisnis.
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak seimbang dengan
kemampuan masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai
tempat/lokasi usaha. Karena itu, perlu dicermati bagaimana penghasilan penduduk
di area usaha yang akan dilakukan.
3. Jumlah usaha
Ada baiknya apabila lokasi yang dipilih
merupakan pusat bisnis atau usaha. Apabila lokasi tersebut merupakan pusat
usaha maka peluang bisnis anda akan sukses pun besar.
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih
untuk usaha seperti mal,sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya.
Dengan adanya tipe tersebut maka keinginan atau cita-cita kesuksesan anda dapat
tercapai.
5. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha
yang ingin dijalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang
menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis untuk
lokasi usaha.
6. Perhatikan pula akses menuju
lokasi usaha.
Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para
konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum.
Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi
usaha tersebut.
7.
Tingkat keamanan yang mendukung.
Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para
konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat
parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha kita dengan merasa nyaman. Dengan
lingkungan yang aman, kita bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan
yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman.
8.
Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih.
Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall,
atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan
lokasi usaha yang kurang strategis.
9. Lalu lintas traffic di mana ada 2
hal yang perlu di pertimbangkan, yaitu:
a. banyaknya orang yang lalu lalang
bisa memberi peluang terjadinya impulse
buying,
b. kepadatan dan kemacetan lalu
lintas bisa pula menjadi hambatan, misalnya terdapat pelayanan kepolisian,
pemadam kebakaran, atau ambulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar