Senin, 17 Desember 2012

Pemilihan LeTak uSaHAa..



Perkembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang ekonomi yang semakin membuka peluang para pengusaha asing untuk berkompetisi dalam menjaring konsumen lokal. Dampak globalisasi ini menyebabkan industri jasa yang terdiri dari berbagai macam industri seperti industri transportasi dan industri telekomunikasi berkembang dengan sangat cepat.
Dalam membangun sebuah bisnis atau usaha sangatlah diperlukan sebuah tempat yang dimana sebuah perusahaan tersebut akan berlokasi. Dengan adanya lokasi ini maka akan memberikan segi positif dan juga negatif dalam perkembangan perusahaan tersebut. Memilih lokasi yang tepat berarti menghindari sebanyak mungkin efek-efek negatif yang mungkin timbul dan juga mendapatkan lokasi yang memiliki paling banyak faktor-faktor positif.

          
Perencanaan lokasi merupakan salah satu keputusan yang harus dilakukan pada awal perencanaan proses produksi. Pemilihan lokasi akan mempengaruhi biaya operasi, harga produk, dan kemampuan perusahaan untuk bersaing. Kesalahan dalam langkah ini akan mengakibatkan biaya yang mahal.
            Ada beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pemilihan lokasi. Berdasarkan keutamaanya, variabel yang menentukan letak lokasi dibagi menjadi :
1. Variabel yang utama yang terdiri dari :
            a. Ketersediaan bahan baku. Jika bahan baku/bahan mentah merupakan komponen yang amat penting dari keseluruhan proses operasi maka akan sangat baik apabila dalam menentukan letak perusahaan berdekatan dengan bahan baku.
            b. Letak pasar yang dituju. Pada industri barang konsumsi, kecenderungan bobot variabel ini sangat diperhatikan. Demikian juga untuk perusahaan yang tidak berskala besar.
            c. Tenaga listrik dan air. Untuk jenis industri hulu, misalnya industri baja, aluminium, dan semen, keperluan akan pembangkit tenaga listrik sangat dibutuhkan. Sedangkan, perusahaan kertas akan sangat memerlukan jumlah air yang besar.
            d. Ketersediaan tenaga kerja. Tersedianya tenaga kerja baik terdidik maupun terlatih akan berpengaruh terhadap biaya produksi yang ditanggung perusahaan.
            e. Fasilitas transportasi. Fasilitas ini berkaitan erat dengan pertimbangan bahan mentah dan pertimbangan pasar. Jika lokasi mendekati sumber bahan mentah, maka fasilitas transportasi terutama diperhitungkan dalam kaitannya dengan ongkos transportasi menuju pasar, demikian juga sebaliknya.
2. Variabel yang bukan utama, meliputi :
a. Hukum dan peraturan yang berlaku, baik ditingkat negara maupun ditingkat lokal.
b. Iklim dan keadaan tanah
c. Sikap masyarakat setempat
            Menurut jenisnya faktor, yang mempengaruhi pemilihan lokasi dibagi menjadi faktor kualitatif dan kuantitatif. Contoh faktor kualitatif adalah kualitas hidup masyarakat setempat misalnya pendidikan, rekreasi, kegiatan budaya, dan lain-lain. Sedangkan faktor kuantitatif seperti biaya tenaga kerja, kedekatan dengan konsumen atau dengan bahan mentah, kemudahan transportasi, biaya, dan ketersediaan energi serta pajak.
            Dalam memilih lokasi pabrik, manajer operasi harus melakukan penilaian terhadap alternatif lokasi yang akan dipilihnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai pabrik, yaitu :
1. Metode Kualitatif
            Metode ini berdasar pada penilaian oleh suatu tim yang dibentuk khusus terhadap faktor yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah penerimaan masyarakat terhadap adanya lokasi pabrik tersebut.
2. Metode Transportasi
            Metode ini digunakan bila perusahaan yang telah memiliki beberapa lokasi pabrik dan bermaksut untuk menambah pabrik atau adanya relokasi pelayanaan dari setiap pabrik yang telah ada.
3. Metode Analisis Biaya
            Konsepnya berdasar pada pemanfaatan biaya variabel untuk membantu pemilihan alternatif lokasi, sehingga dapat disusun hubungan persamaan untuk masing-masing alternatif lokasi antara biaya yang ditanggung oleh masing-masing lokasi dengan volume produksi yang diinginkan. Sebagai contoh adalah biaya bahan baku.
 Apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang sangat strategis maka usaha yang dilakukan itu bisa disebut sukses dan juga sebaliknya apabila sebuah perusahaan memiliki lokasi yang kurang strategi maka usaha yang dilakukan itu belum bisa disebut sukses.
Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi :
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin digeluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran akhir dalam berbisnis.
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak seimbang dengan kemampuan masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/lokasi usaha. Karena itu, perlu dicermati bagaimana penghasilan penduduk di area usaha yang akan dilakukan.
3. Jumlah usaha
Ada baiknya apabila lokasi yang dipilih merupakan pusat bisnis atau usaha. Apabila lokasi tersebut merupakan pusat usaha maka peluang bisnis anda akan sukses pun besar.
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha seperti mal,sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Dengan adanya tipe tersebut maka keinginan atau cita-cita kesuksesan anda dapat tercapai.
5. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin dijalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis untuk lokasi usaha.
6. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha.
Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha tersebut.
7. Tingkat keamanan yang mendukung.
Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha kita dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, kita bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman.
8. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih.
Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. 
9. Lalu lintas traffic di mana ada 2 hal yang perlu di pertimbangkan, yaitu:
a. banyaknya orang yang lalu lalang bisa memberi peluang terjadinya impulse buying,
b. kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa pula menjadi hambatan, misalnya terdapat pelayanan kepolisian, pemadam kebakaran, atau ambulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar